Jumat, 14 Oktober 2011

Mikrolinguistik dan Makrolinguistik


Mikrolinguistik merupakan bidang teoretis dalam linguistik. Cabang ini dibagi menjadi dua iaitu umum dan untuk bahasa-(bahasa) tertentu. Yang bersifat umum meliputi teori-teori linguistik yang terdiri dari fonologi (sistem bunyi bahasa), struktur (morfologi ‘tata kata’ dan sintaksis ‘tata kalimat’), serta sistem makna (semantik). Selain itu, ada linguistik deskriptif dan linguistik historis komparatif. Bidang teoretis untuk bahasa-(bahasa) tertentu meliputi linguistik deskriptif dan linguistik historis komparatif.
Makrolinguistik dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan bidang interdisipliner dan kelompok kedua adalah bidang linguistik terapan. Cabang-cabang linguistik yang termasuk dalam bidang interdisipliner adalah sosiolinguistik, psikolinguistik, neurolinguistik, etnolinguistik, kriminolinguistik, fonetik (akustik dan auditoris), stilistika, filsafat bahasa, filologi (mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata dan sejarah suatu bangsa melalui naskah-naskah lama), semiotika (ilmu tentang tanda), epigrafi (ilmu tentang tulisan kuno pada prasasti-prasasti), serta paleografi (penafsiran tulisan kuno). Kelompok bidang makrolinguistik kedua adalah bidang-bidang terapan, yaitu pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi (linguistik terapan yang mencakup metode dan teknik penyusunan kamus), fonetik terapan, sosiolinguistik terapan, pembinaan bahasa internasional, pembinaan bahasa khusus, linguistik medis, grafologi, mekanolinguistik (linguistik komputasi, bidang linguistik terapan yang mencakup penggunaan linguistik untuk ilmu komputer dan usaha untuk membuat mesin penerjemahan; memanfaatkan komputer dalam penelitian bahasa).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar